Pembahasan MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) memang lagi jadi obrolan hangat, seru, dan asyik. Pasalnya, kawula muda kerap menggunakan itu untuk mengukur karakter seseorang dari 16 jenis kepribadian tersebut. Meski masih banyak yang meragukannya karena tidak akuratnya tes tersebut, tapi menurut saya kecenderungan itu sudah cukup baik agar kita bisa lebih mudah mengenal karakter seseorang. Kan, bagus juga agar kita bisa tidak seenak jidat memperlakukan orang. Toh, kan itu dekat dengan kecenderungan.
Sebagai anak muda yang selalu penasaran dengan hal-hal yang hangat, saya juga menjajal tesnya di internet. Saya dapat ENFP dan hasil tes itu tidak berubah 3 tahun terakhir. Mentok yang berubah cuma presentasenya, itu wajar saja karena saya kan juga manusia yang mudah terombang-ambing dan berdosa.
Setelah mengenal diri saya lewat kualifikasi 16 karakter tersebut, saya mulai mencoba mencari siapa pasangan saya yang paling cocok. Kebanyakan menjelaskan kalau INFJ cocok pakai banget sama MBTI yang suka ngelawak ini. Dan, benar saja, crush saya ini, MBTI-nya itu INFJ. Nggak hanya crush, teman dekat saya mayoritas adalah INFJ.
Kenapa? Kenapa, kok bisa cocok? Semuanya masuk akal saat saya meriset cara kami berkomunikasi.
ENFP suka cerita, INFJ suka dengerin
Bisa cerita dan ada yang dengerin tentu saja jadi simbiosis mutualisme paling sempurna bagi keduanya. ENFP adalah tipe orang yang ekspresifnya minta ampun. Apa-apa itu diceritakan. Habis makan bakso, cerita. Ketemu orang terkenal, cerita. Bahkan, lihat baliho di perempatan baru aja diganti aja, si ENFP bakal cerita. Seperti, ENFP tidak bisa menyimpan satu rahasia di kepalanya. Harus diluapkan, apapun situasinya.
Tentu, rasa suka cerita ENFP ini diberi makan oleh INFJ yang listener abis. INFJ yang selalu bisa menghargai orang ini, bakal selalu siap sedia mendengarkan ENFP dengan kerandomannya. Bahkan, INFJ ini selalu memancing ENFP untuk cerita ketika ENFP belum beraksi. Jelas saja, ini bisa membuat ENFP selalu menyukai INFJ.
Begitupun dengan INFJ, ia akan menyukai seseorang yang selalu antusias dalam bercerita. INFJ selalu suka ketika ada yang meminta ia jadi pendengar baik.
INFJ itu suka pake topeng tapi ENFP berani buka topengnya
Istilah topeng ini lebih tepatnya menjelaskan bahwa INFJ cenderung jarang menunjukkan sisi aslinya ke sembarang orang. Sisi listener-nya selalu membuat INFJ tidak punya kesempatan membuka diri atau enggan membukanya. Rasa nggak enakannya juga tinggi banget hingga bikin dia nggak tega merusak suasana dengan bersikap menunjukkan dirinya.
Maka, keberadaan ENFP yang serampangan dan tak tahu aturan ini selalu melanggar batas menuju area belakang topengnya si INFJ. Awalnya sok dekat ke INFJ, care dan lama-lama beneran dekat. Jadi, tanpa sadar, INFJ ngerasa ENFP adalah sosok yang layak untuk mengetahui sisi asli dari INFJ.
Topeng yang mulanya sering dipake INFJ untuk berkamuflase selalu bisa dilepas oleh ENFP yang memang sudah kehilangan urat malu itu. Jadi, mereka bakal bisa jadi besti yang baik satu sama lain.
INFJ itu idealis, sedang ENFP Pragmatis
INFJ adalah orang yang pemikir banget, ia selalu memikirkan banyak hal dan cenderung idealis. INFJ selalu berpikir sebelum bertindak. Tentu hal tersebut tampak menyenangkan agar orang tidak dengan mudah salah bertindak. Namun tidak dengan INFJ, ia merasa pikiran yang beradu di dalam kepalanya ini suka bikin merepotkan.
Sedang ENFP, adalah orang yang selalu berpikir pendek (saya menganggap diri saya demikian), baginya kalau masih bisa dilakukan ya, lakukan aja. Selagi bisa kan, ya? Makanya, pemikiran yang mendadak itu kerap bikin ENFP nyesal di kemudian waktu. Meski begitu, pikiran itu hanya datang sesaat bahkan beberapa detik saja. Sisanya, ENFP bakal melakukan kesalahan lagi. Prinsipnya memang, masih banyak kesalahan yang perlu dicoba.
Kedua hal perbedaan ini tampaknya jadi hal yang membuat mereka tidak bisa bersama. Namun ternyata malah makin membuat kedua MBTI lengket bukan main. Karakter yang berbeda itu tentunya membikin keduanya iri satu sama lain. INFJ selalu iri dengan ENFP yang dengan mudah melakukan hal-hal, sedangkan ENFP iri dengan INFJ yang bisa sekali memikirkan tindakannya.
Meski terkenal serampangan, ENFP ini adalah ekstrovert yang tidak bisa memberikan keceriaannya kepada yang lain ketika bersama sesama ekstrovert. ENFP adalah MBTI yang cuma menang jago kandang. Ia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar