Selasa, 02 Januari 2024

#Nulis 04: Oknum Akun Meme Biadab. Promosi Judi Online dan Slot di Video Meme bikin Saya Nambah Dosa Aja!

 

Dosa saya sudah banyak. Jangan ditambahin lagi dengan ngelike dan share video meme kalian!

Saya suka banget nonton video di media sosial, terlebih di Tiktok dan Reels milik Instagram. Video-video yang ditampilkan informatif dan menghibur. Apalagi durasinya yang singkat, bikin saya makin betah berselancar di aplikasi-aplikasi tersebut.

Saya sering banget nonton video meme di Reels yang lucu-lucu. Malah kadang saya share ke teman lewat direct messange agar teman saya ikutan ketawa, meski biasanya cuma di read, sih. Tapi akhir-akhir ini, saya dibikin tidak jenak dengan satu hal yang saya temui kala menonton video-video kesukaan saya. Bukan karena kiriman-kiriman meme saya tidak direspon teman, tidak. Tapi lebih dari pada itu, di mana saya merasa, kok orang-orang semakin kurang ajar.

Setelah lebih teliti dalam menonton video reels, saya menemukan logo-logo bermunculan di video. Biasanya ada di sudut-sudut yang tak disadari, tapi kelihatan. Itu adalah logo judi online dan slot. Kalau nggak percaya, coba browsing aja. Soalnya saya nggak mau nyebut-nyebut merknya, ntar malah bikin mereka makin laku.

Mereka ini cerdas, tapi ya biadab

Semua orang dimuka bumi ini tahu bahwa judi itu adalah perihal yang berdosa, dilarang bahkan melanggar hukum. Tapi lagunya Bang Rhoma Irama yang bilang Judi itu bikin meracuni kehidupan masih belum mempan. Nyatanya, iming-iming duit bakal balik dengan 10x lipat kadang masih saja banyak yang tergiur.

Tapi kayaknya, otak kriminal masyarakat Indonesia ini terus saja berinovasi. Aktivitas judi ini bahkan selalu diperbarui dengan banyak hal, salah satunya ya main slot. Setelah kegiatan main slot ini dilarang dan dilarang dipromosikan. Masih ada saja manusia setengah setan ini menginovasi idenya lewat nempelin logo dari slot di video meme yang sering saya tonton. Membikin saya jadi ikutan nambah dosa, kan.

Nggak usah dilike, lagian mereka juga nyomot video orang

Kebiasaan kalau secroll-scroll sosmed, biasanya kita akan dengan mudah menekan tombol like. Kalau suka videonya, ya tinggal klik tombol like. Itu adalah yang kerap kita lakukan untuk mengapresiasi isi konten yang kita tonton. Biasanya saya dengan gampang menekan tombol like Reels. Sebagai bukti bahwa saya pernah  nonton video tersebut, terlepas dari saya suka banget sampai biasa aja.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya perlu lebih bijak lagi memilih konten yang akan kita sukai. Bukan karena kontennya jelek, bukan. Tapi saya harus memilih isi konten yang masuk blacklist sebab tidak hanya kontennya yang jelek, tapi pemilik akunnya jelek. Apalagi yang membubuhkan promosi haram seperti logo judi online dan slot.

Iya, kalau dipikir pakai akal manusia senormalnya. Video yang mereka tempeli promosi tersebut bukan murni karya mereka. Video-video itu hanya comot dari kreator lain, dan tidak diberi credit atau sumber utama kreatornya. Sungguh, biadab sekali perilaku oknum kriminal ini.

Nggak usah dikasih panggung apalagi dibantu sampai viral

Memang perlunya kita sebagai manusia berbudi pekerti menghentikan kegiatan itu. Meski tidak ikut judi tapi kita membantu membuka jalur untuk calon-calon penjudi, dan kalau dalam agama, sih, nambah dosa, ya. Lebih parahnya lagi, ternyata calon korban judi adalah temen yang kita kirimi meme, yang videonya terekomendasi dari tontonan kita. Sungguh, menyeramkan sekali membayangkan hal itu.

Langkah yang memang perlu dilakukan adalah melaporkan postingan tersebut ke Instagram. Meski dampaknya kecil, tapi upaya kita juga dihitung-hitung bakal kena kalau yang mereport akun itu 10.000 orang. Mungkin itu tidak sekali dua kali lewat di laman selanjar kalian. Banyak yang menghibur. Tapi kalau diingat lagi, ya orang biadab macam itu jangan dikasih panggung.

Masih banyak video lucu yang lebih layak kita like, masih banyak kreator lain yang perlu kita apresiasi. Akun meme yang promosi judi online, nggak diajak!

 

#Nulis 03: ENFP dan INFJ itu Cocok Banget. Nggak Cuma Relationship, tapi juga Friendship


Pembahasan MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) memang lagi jadi obrolan hangat, seru, dan asyik. Pasalnya, kawula muda kerap menggunakan itu untuk mengukur karakter seseorang dari 16 jenis kepribadian tersebut. Meski masih banyak yang meragukannya karena tidak akuratnya tes tersebut, tapi menurut saya kecenderungan itu sudah cukup baik agar kita bisa lebih mudah mengenal karakter seseorang. Kan, bagus juga agar kita bisa tidak seenak jidat memperlakukan orang. Toh, kan itu dekat dengan kecenderungan.

Sebagai anak muda yang selalu penasaran dengan hal-hal yang hangat, saya juga menjajal tesnya di internet. Saya dapat ENFP dan hasil tes itu tidak berubah 3 tahun terakhir. Mentok yang berubah cuma presentasenya, itu wajar saja karena saya kan juga manusia yang mudah terombang-ambing dan berdosa.

Setelah mengenal diri saya lewat kualifikasi 16 karakter tersebut, saya mulai mencoba mencari siapa pasangan saya yang paling cocok. Kebanyakan menjelaskan kalau INFJ cocok pakai banget sama MBTI yang suka ngelawak ini. Dan, benar saja, crush saya ini, MBTI-nya itu INFJ. Nggak hanya crush, teman dekat saya mayoritas adalah INFJ.

Kenapa? Kenapa, kok bisa cocok? Semuanya masuk akal saat saya meriset cara kami berkomunikasi.

ENFP suka cerita, INFJ suka dengerin

Bisa cerita dan ada yang dengerin tentu saja jadi simbiosis mutualisme paling sempurna bagi keduanya. ENFP adalah tipe orang yang ekspresifnya minta ampun. Apa-apa itu diceritakan. Habis makan bakso, cerita. Ketemu orang terkenal, cerita. Bahkan, lihat baliho di perempatan baru aja diganti aja, si ENFP bakal cerita. Seperti, ENFP tidak bisa menyimpan satu rahasia di kepalanya. Harus diluapkan, apapun situasinya.

Tentu, rasa suka cerita ENFP ini diberi makan oleh INFJ yang listener abis. INFJ yang selalu bisa menghargai orang ini, bakal selalu siap sedia mendengarkan ENFP dengan kerandomannya. Bahkan, INFJ ini selalu memancing ENFP untuk cerita ketika ENFP belum beraksi. Jelas saja, ini bisa membuat ENFP selalu menyukai INFJ.

Begitupun dengan INFJ, ia akan menyukai seseorang yang selalu antusias dalam bercerita. INFJ selalu suka ketika ada yang meminta ia jadi pendengar baik.

INFJ itu suka pake topeng tapi ENFP berani buka topengnya

Istilah topeng ini lebih tepatnya menjelaskan bahwa INFJ cenderung jarang menunjukkan sisi aslinya ke sembarang orang. Sisi listener-nya selalu membuat INFJ tidak punya kesempatan membuka diri atau enggan membukanya. Rasa nggak enakannya juga tinggi banget hingga bikin dia nggak tega merusak suasana dengan bersikap menunjukkan dirinya.

Maka, keberadaan ENFP yang serampangan dan tak tahu aturan ini selalu melanggar batas menuju area belakang topengnya si INFJ. Awalnya sok dekat ke INFJ, care dan lama-lama beneran dekat. Jadi, tanpa sadar, INFJ ngerasa ENFP adalah sosok yang layak untuk mengetahui sisi asli dari INFJ.

Topeng yang mulanya sering dipake INFJ untuk berkamuflase selalu bisa dilepas oleh ENFP yang memang sudah kehilangan urat malu itu. Jadi, mereka bakal bisa jadi besti yang baik satu sama lain.

INFJ itu idealis, sedang ENFP Pragmatis

INFJ adalah orang yang pemikir banget, ia selalu memikirkan banyak hal dan cenderung idealis. INFJ selalu berpikir sebelum bertindak. Tentu hal tersebut tampak menyenangkan agar orang tidak dengan mudah salah bertindak. Namun tidak dengan INFJ, ia merasa pikiran yang beradu di dalam kepalanya ini suka bikin merepotkan.

Sedang ENFP, adalah orang yang selalu berpikir pendek (saya menganggap diri saya demikian), baginya kalau masih bisa dilakukan ya, lakukan aja. Selagi bisa kan, ya? Makanya, pemikiran yang mendadak itu kerap bikin ENFP nyesal di kemudian waktu. Meski begitu, pikiran itu hanya datang sesaat bahkan beberapa detik saja. Sisanya, ENFP bakal melakukan kesalahan lagi. Prinsipnya memang, masih banyak kesalahan yang perlu dicoba.

Kedua hal perbedaan ini tampaknya jadi hal yang membuat mereka tidak bisa bersama. Namun ternyata malah makin membuat kedua MBTI lengket bukan main. Karakter yang berbeda itu tentunya membikin keduanya iri satu sama lain. INFJ selalu iri dengan ENFP yang dengan mudah melakukan hal-hal, sedangkan ENFP iri dengan INFJ yang bisa sekali memikirkan tindakannya.

Meski terkenal serampangan, ENFP ini adalah ekstrovert yang tidak bisa memberikan keceriaannya kepada yang lain ketika bersama sesama ekstrovert. ENFP adalah MBTI yang cuma menang jago kandang. Ia