Dosa saya sudah banyak. Jangan ditambahin lagi dengan ngelike dan share video meme kalian!
Saya suka banget nonton video di media sosial, terlebih di Tiktok dan Reels milik Instagram. Video-video yang ditampilkan informatif dan menghibur. Apalagi durasinya yang singkat, bikin saya makin betah berselancar di aplikasi-aplikasi tersebut.
Saya sering banget nonton video meme di Reels yang lucu-lucu. Malah kadang saya share ke teman lewat direct messange agar teman saya ikutan ketawa, meski biasanya cuma di read, sih. Tapi akhir-akhir ini, saya dibikin tidak jenak dengan satu hal yang saya temui kala menonton video-video kesukaan saya. Bukan karena kiriman-kiriman meme saya tidak direspon teman, tidak. Tapi lebih dari pada itu, di mana saya merasa, kok orang-orang semakin kurang ajar.
Setelah lebih teliti dalam menonton video reels, saya menemukan logo-logo bermunculan di video. Biasanya ada di sudut-sudut yang tak disadari, tapi kelihatan. Itu adalah logo judi online dan slot. Kalau nggak percaya, coba browsing aja. Soalnya saya nggak mau nyebut-nyebut merknya, ntar malah bikin mereka makin laku.
Mereka ini cerdas, tapi ya biadab
Semua orang dimuka bumi ini tahu bahwa judi itu adalah perihal yang berdosa, dilarang bahkan melanggar hukum. Tapi lagunya Bang Rhoma Irama yang bilang Judi itu bikin meracuni kehidupan masih belum mempan. Nyatanya, iming-iming duit bakal balik dengan 10x lipat kadang masih saja banyak yang tergiur.
Tapi kayaknya, otak kriminal masyarakat Indonesia ini terus saja berinovasi. Aktivitas judi ini bahkan selalu diperbarui dengan banyak hal, salah satunya ya main slot. Setelah kegiatan main slot ini dilarang dan dilarang dipromosikan. Masih ada saja manusia setengah setan ini menginovasi idenya lewat nempelin logo dari slot di video meme yang sering saya tonton. Membikin saya jadi ikutan nambah dosa, kan.
Nggak usah dilike, lagian mereka juga nyomot video orang
Kebiasaan kalau secroll-scroll sosmed, biasanya kita akan dengan mudah menekan tombol like. Kalau suka videonya, ya tinggal klik tombol like. Itu adalah yang kerap kita lakukan untuk mengapresiasi isi konten yang kita tonton. Biasanya saya dengan gampang menekan tombol like Reels. Sebagai bukti bahwa saya pernah nonton video tersebut, terlepas dari saya suka banget sampai biasa aja.
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, saya perlu lebih bijak lagi memilih konten yang akan kita sukai. Bukan karena kontennya jelek, bukan. Tapi saya harus memilih isi konten yang masuk blacklist sebab tidak hanya kontennya yang jelek, tapi pemilik akunnya jelek. Apalagi yang membubuhkan promosi haram seperti logo judi online dan slot.
Iya, kalau dipikir pakai akal manusia senormalnya. Video yang mereka tempeli promosi tersebut bukan murni karya mereka. Video-video itu hanya comot dari kreator lain, dan tidak diberi credit atau sumber utama kreatornya. Sungguh, biadab sekali perilaku oknum kriminal ini.
Nggak usah dikasih panggung apalagi dibantu sampai viral
Memang perlunya kita sebagai manusia berbudi pekerti menghentikan kegiatan itu. Meski tidak ikut judi tapi kita membantu membuka jalur untuk calon-calon penjudi, dan kalau dalam agama, sih, nambah dosa, ya. Lebih parahnya lagi, ternyata calon korban judi adalah temen yang kita kirimi meme, yang videonya terekomendasi dari tontonan kita. Sungguh, menyeramkan sekali membayangkan hal itu.
Langkah yang memang perlu dilakukan adalah melaporkan postingan tersebut ke Instagram. Meski dampaknya kecil, tapi upaya kita juga dihitung-hitung bakal kena kalau yang mereport akun itu 10.000 orang. Mungkin itu tidak sekali dua kali lewat di laman selanjar kalian. Banyak yang menghibur. Tapi kalau diingat lagi, ya orang biadab macam itu jangan dikasih panggung.
Masih banyak video lucu yang lebih layak kita like, masih banyak kreator lain yang perlu kita apresiasi. Akun meme yang promosi judi online, nggak diajak!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar